Pages

Sunday, March 07, 2010

Indonesian Navy Special Forces / Detasemen Jala Mengkara

Denjaka

The Jala Mangkara Detachment (ID:Detasemen Jala Mangkara / Denjaka) is an elite special operations forces of the Indonesian Navy. It is a combined detachment formed from selected personnel of the Navy's Underwater Special Unit (KOPASKA) and the Marine Corps' Amphibious Reconnaissance Battalion (Batalyon Intai Amfibi Yontaifib).

The Detachment was formed in 1984 by the Chief of the Indonesian Armed Forces to counter maritime strategic threats including, but not limited to, terrorism and sabotage. Despite the specific reason for its formation, as in the case of any other special operations forces around the world, the Detachment is also fully trained in conducting reconnaissance, unconventional warfare, and clandestine behind-enemy-lines operations.


History


In November 4, 1982, the Navy Chief of Staff issued a decree (No. Skep/2848/XI/1982) forming a task force called Naval Special Forces (Pasusla) to fulfill the need for a maritime special operations forces capable of countering terrorism and sabotage. In the initial phase, 70 personnel from the Amphibious Reconnaissance Battalion and Underwater Special Unit (or Navy Frogman) were recruited to form Pasusla. Trainings for this new unit was under the command of the Western Fleet commander with assistance from the Commandant of the Marine Corps, while the Navy Chief of Staff acted as the operational commander of Pasusla. The unit was based at the Western Fleet Command Headquarter, Jakarta.

Upon further development of this unit, in November 13, 1984, the Navy Chief of Staff requested the Chief of the Indonesian Armed Forces to form Denjaka. The Chief of the Armed Forces approved the request and through the issuance of an approval letter (No. R/39/08/9/2/SPN), Pasusla changed into Denjaka and was designated as a Naval Counter-Terrorism Detachment.


Mission


Denjaka's primary task is to develop anti-terrorism, anti-sabotage and other clandestine operations capabilities in support of maritime counter-terrorism, counter-sabotage and other special operations as directed by the Chief of the Armed Forces.


Organizational structure


According to the directive of the Navy Chief of Staff, Denjaka is a Marine Corps Task Force under the Indonesian Navy, with the Commandant of the Marine Corps holding responsibilities for general trainings, while specific trainings fall under the responsibilities of the Chief of Armed Forces Strategic Intelligence Agency. Operational command falls directly under the Chief of the Armed Forces.

Denjaka consists of one Detachment Headquarter, one Command Element, one Engineering Element and three Combat Elements.


Recruitments and Training


Denjaka's recruitment process begins after the conclusion of Para and Commando trainings. Prior to enrolling in Denjaka training, the applicant must possess amphibious reconnaissance qualification.


Weapon and Equipment


* Handgun : SIG Sauer P226, Glock 17, Glock 19, Pindad P2, H&K P7M13
* Shotgun : HK512, Benelli M4 Super 90
* Sub Machine Gun : H&K MP5, H&K MP5SD, H&K MP5K, H&K UMP9, H&K MP7A1, Daewoo K-7, IWI UZI
* Assault rifle : Pindad SS-1, Pindad SS2, H&K HK53, H&K G36K & G36C, H&K HK416 Carbine & commando, CZ-58, Steyr AUG A2, FN SCAR-L, FN SCAR-H, SIG SG 551 & SIG SG 552, AK-103 & AK-104
* Sniper Rifle : Pindad SPR-1, SIG SSG-3000, SIG SG 550 Sniper, PGM Hecate , AI AWP, Mechem NTW
* Machine Gun : FN Minimi, Daewoo K-3, Saco M-60, FN MAG




IN BAHASA INDONESIA / DALAM BAHASA INDONESIA




Detasemen Jala Mangkara

Markas Mako Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan
Kekuatan 200-an orang
Persenjataan Minimi 5,56 mm, g36, HK416, SS-1, CZ-58, Styer AUG, SS-2, HK 53, UZI, SPR-1 MP5, Beretta 9 mm, SIG-Sauer 9 mm
Spesialis Antibajak kapal laut, segala bentuk teror aspek laut, sabotase, intelijen & kontra-intelijen
Dibentuk 13 November 1984

Sejarah



Pasukan Khusus AL


Pada tanggal 4 November 1982, KSAL membentuk organisasi tugas dengan nama Pasukan Khusus AL (Pasusla). Keberadaan Pasusla didesak oleh kebutuhan akan adanya pasukan khusus TNI AL guna menanggulangi segala bentuk ancaman aspek laut. Seperti terorisme, sabotase, dan ancaman lainnya.

Pada tahap pertama, direkrut 70 personel dari Batalyon Intai Amfibi (Taifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska). Komando dan pengendalian pembinaan di bawah Panglima Armada Barat dengan asistensi Komandan Korps Marinir. KSAL bertindak selaku pengendali operasional. Markas ditetapkan di Mako Armabar.


Detasemen Jala Mengkara


Melihat perkembangan dan kebutuhan satuan khusus ini, KSAL menyurati Panglima TNI yang isinya berkisar keinginan membentuk Detasemen Jala Mangkara. Panglima ABRI menyetujui dan sejak itu (13 November 1984), Denjaka menjadi satuan Antiteror Aspek Laut. Merunut keputusan KSAL, Denjaka adalah komando pelaksana Korps Marinir yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan kemampuan dan kekuatan dalam rangka melaksanakan operasi antiteror, antisabotase, dan klandesten aspek laut atas perintah Panglima TNI.

Pola rekrutmen Denjaka dimulai sejak pendidikan para dan komando. Selangkah sebelum masuk ke Denjaka, prajurit terpilih mesti sudah berkualifikasi Intai Amfibi. Dalam menjalankan aksinya, satuan khusus ini dapat digerakkan menuju sasaran baik lewat permukaan/bawah laut maupun lewat udara. TNI AL masih memiliki satu pasukan khusus lagi, yaitu Komando Pasukan Katak (Kopaska). Kedua satuan pernah beberapa kali melakukan latihan gabungan dengan US Navy SEAL.


Organisasi satuan


Denjaka terdiri dari satu markas detasemen, satu tim markas, satu tim teknik dan tiga tim tempur. Sebagai unsur pelaksana, prajurit Denjaka ditutut memiliki kesiapan operasional mobilitas kecepatan, kerahasiaan dan pendadakan yang tertinggi serta medan operasi yang berupa kapal-kapal, instalasi lepas pantai dan daerah pantai. Disamping itu juga memiliki keterampilan mendekati sasaran melalui laut, bawah laut dan vertikal dari udara.



Pendidikan yang dilakukan



Kursus awal


Setiap prajurit Denjaka dibekali kursus penanggulangan antiteror aspek laut yang bermaterikan:

* Intelijen,
* Taktik dan teknik anti-teror, dan anti-sabotase,
* Dasar-dasar spesialisasi,
* Komando kelautan dan keparaan lanjutan

Kursus ini dilaksanakan setiap kurang lebih 5,5 bulan bertempat di Jakarta dan sekitarnya.


Kursus lanjutan


Dilanjutkan dengan materi pemeliharaan kecakapan dan peningkatan kemampuan kemahiran kualifikasi Taifib dan Paska, pemeliharaan dan peningkatan kemampuan menembak, lari dan berenang, peningkatan kemampuan bela diri, penguasaan taktis dan teknik penetrasi rahasia, darat, laut dan udara, penguasaan taktik dan teknik untuk merebut dan menguasai instalasi di laut, kapal, pelabuhan/pangkalan dan personel yang disandera di objek vital di laut, penguasaan taktik dan teknik operasi klandestin aspek laut, pengetahuan tentang terorisme dan sabotase, penjinakan bahan peledak, dan peningkatan kemampuan survival, pelolosan diri, pengendapan, dan ketahanan interogasi.


Persenjataan


Untuk mendukung operasi personel Denjaka dibekali antara lain submachine gun MP5, Daewoo K7, senapan serbu G36, HK416, Pindad ss-1, CZ-58, senapan mesin ringan Minimi M60, Daewoo K3, serta pistol Beretta dan SIG Sauer 9 mm.



Komandan


Komandan

Beberapa perwira yang pernah memimpin Denjaka antara lain adalah Mayjen TNI (Mar) Nono Sampono (AAL 1976) dan Brigjen TNI (Mar) Yusuf Solichin. Komandan Denjaka yang sekarang menjabat adalah Letkol Laut Yudi Bramantyo N.S.. Ia dilantik tanggal 30 Desember 2009 menggantikan Letkol Mar Widodo.


Daftar Komandan Denjaka


Berikut daftar Komandan Denjaka:

No. Nama Dari Sampai
1. Letnan Kolonel Marinir Gafur Chalik 1982 1983
2. Letnan Kolonel Marinir Djoko Pramono 1983 1985
3. Mayor Marinir Arthur Solang S. 22 Juli 1985 22 November 1985
4. Mayor Marinir Hasan Hariadinata 1985 1986
5. Mayor Marinir Yusuf Solichin 1986 1987
6. Letnan Kolonel Marinir Frans L. Kansil 1987 1988
7. Letnan Kolonel Marinir Nono Sampono 1988 1993
8. Letnan Kolonel Marinir M. Alfan Baharudiin 1993 1998
9. Mayor Marinir RM Trusono 1998 2002
10. Letnan Kolonel Marinir Suprayogi 2002 2004
11. Letnan Kolonel Marinir Kasirun Situmorang 2004 7 Maret 2005
12. Letnan Kolonel Marinir Suhartono 7 Maret 2005 2008
13. Letnan Kolonel Marinir Widodo 2008 2009
14. Letkol Laut Yudi Bramantyo N.S. 2009 sekarang